![]() |
| Foto Andy Fadian Pengamat Sosial Politik Litirasi NTB |
Dompu,NTB_Bidikinfonews.com – Potensi lokal yang dimiliki Desa Ranggo kembali menjadi sorotan sebagai contoh nyata pentingnya inovasi sosial berbasis desa dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Melalui pemanfaatan sumber daya alam seperti tambang rakyat di kawasan Doro Pajo, sebagian warga berhasil meningkatkan taraf hidup, meskipun aktivitas tersebut masih berada dalam wilayah abu-abu secara hukum.
Baca juga:bukber pemkab dompu jadi ajang
Hal itu di sampaikan oleh pemilik akun media sosial Facebook yang bernama Andy Fadian, pemuda asli desa Ranggo kecamatan Pajo Kabupaten Dompu, selain dikenal sebagai penulis, ia juga diketahui sala satu Pemerhati Sosial Politik Literasi NTB.
Dalam unggahan nya Andy Fadian menyampaikan bahwa keberadaan tambang rakyat telah memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat setempat. "Dulu banyak warga hidup dalam keterbatasan, sekarang daya beli meningkat. Ini menunjukkan potensi desa jika dikelola dengan baik,” ujarnya.
Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya kehadiran pemerintah daerah untuk memberikan kepastian hukum melalui penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).
Langkah ini dinilai penting agar aktivitas pertambangan tidak terus berada dalam kondisi semi-legal, sekaligus memastikan pengelolaan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Selain aspek legalitas, perhatian terhadap keselamatan kerja juga menjadi sorotan. Sejumlah insiden kecelakaan di lokasi tambang, bahkan hingga menyebabkan korban jiwa, menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera menghadirkan edukasi dan fasilitasi terkait penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Di sisi lain, potensi lain seperti kawasan Doro Tofo juga disebut memiliki nilai strategis, namun masyarakat memilih untuk tidak mengelolanya secara eksploitasi penuh sebagai bentuk kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Mengingat kondisi geografis Ranggo yang cenderung tandus dan rawan kekeringan, keberlanjutan lingkungan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Lebih jauh, persoalan yang dihadapi Kabupaten Dompu tidak hanya terbatas pada pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga tingginya angka pengangguran dan terbatasnya lapangan kerja.
Setiap tahun, lulusan sarjana baru dan tenaga honorer yang dirumahkan menambah daftar pencari kerja yang belum terserap.
Menjawab tantangan tersebut, masyarakat mendorong pemerintah daerah untuk segera merumuskan inovasi kebijakan sosial yang konkret dan terukur.
Salah satu usulan utama adalah pengembangan program penciptaan lapangan kerja berbasis desa, dengan mendorong setiap desa memiliki unit usaha produktif unggulan yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Pasang iklan disini :
Selain itu, program inkubasi wirausaha muda juga dinilai penting untuk mengubah paradigma dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Program ini diharapkan dapat melibatkan puluhan hingga ratusan pemuda setiap tahun melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan modal usaha.
Untuk merespons kondisi tenaga honorer, pemerintah juga diharapkan menghadirkan program padat karya produktif yang berkelanjutan, bukan sekadar solusi jangka pendek. Pemanfaatan tenaga kerja dalam sektor desa, koperasi, hingga digitalisasi layanan publik menjadi alternatif yang dinilai realistis.
Tak kalah penting, integrasi data sosial masyarakat rentan juga menjadi kebutuhan mendesak.
Dengan basis data yang akurat dan terpadu, intervensi kebijakan seperti bantuan sosial, pelatihan kerja, dan subsidi usaha dapat lebih tepat sasaran.
Meski keterbatasan anggaran kerap menjadi alasan, masyarakat menilai bahwa kunci utama terletak pada kemauan politik dan keberanian mengambil terobosan.
Optimalisasi kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti perguruan tinggi, komunitas, dan sektor swasta, juga dinilai dapat menjadi solusi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada APBD.
"Dompu tidak kekurangan potensi dan sumber daya manusia. Yang dibutuhkan adalah arah kebijakan yang jelas, konsistensi, dan keberpihakan nyata kepada masyarakat,” tegasnya.
Melalui dorongan inovasi sosial yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan Kabupaten Dompu mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus membuka jalan menuju kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat.(*).
Komentar