![]() |
| Foto Mahendra selaku Sekertaris Wilayah LMND NTB |
Bidikinfonews.com |Dompu NTB - Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Nusa Tenggara Barat mendesak mengaudit penggunaan anggaran lembaga non struktural NTB Care sejak Tahun 2018.
Mahendra selaku Sekertaris Wilayah LMND NTB di hadapan awak media (02/05/2026) meminta kepada DPRD Provinsi NTB, Inspektorat, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi NTB agar segera mengaudit secara menyeluruh dan investigatif terhadap penggunaan anggaran Lembaga non struktural NTB Care sejak tahun 2018-2023.
Baca Juga:kinerja pdam kembali disorot icaci
Mahendra menilai, lembaga NTB Care digadang-gadang sebagai kanal aspirasi dan pelayanan cepat bagi masyarakat ini terkesan tidak transparan dalam pengelolaan dan realisasi anggarannya. Bayangkan saja anggaran 117 miliar sejak tahun 2020 - 2021, sejauh ini program NTB Care tidak berdampak signifikan bagi masyarakat NTB sejak saat itu.
LMND menilai publik berhak mengetahui dan mendesak DPRD dan Kejati NTB untuk di audit secara rinci sejauh mana penggunaan anggaran APBD oleh lembaga NTB Care sejak kepemimpinan Zulkiflimansyah, sehingga mengalami kerugian negara yang cukup besar.
Adanya dugaan bahwa anggaran yang dikucurkan di selewengkan oleh beberapa oknum NTB Care dan sejak saat itu, tidak sebanding dengan output pelayanan yang dirasakan oleh rakyat kecil, terutama di pelosok desa di Provinsi NTB, sehingga berdampak pada utang Pemprov. NTB sebanyak 171,4 Miliar, pada saat berakhir kepemimpinan Gubernur NTB Zulkiflimansyah.
Pasang Iklan disini:
lembaga ini (NTB Care) sejak dulu seharusnya menjadi solusi konkret bagi persoalan rakyat, malah hanya sekadar dijadikan etalase pencitraan dengan alokasi anggaran yang besar dengan meninggalkan utang, sehingga terindikasi merugikan negara sekitar 1,58 Miliar saat di periksa oleh BPKP NTB tahun 2020-2021.
Mahendra mendesak DPRD Provinsi NTB dan mendorong BPKP NTB turun tangan untuk memeriksa ke mana setiap rupiah itu mengalir. Jangan sampai anggaran daerah habis hanya untuk operasional yang tidak menyentuh akar masalah, apalagi anggaran yang di kucurkan cukup fantastis.
Selain dari pada persoalan ini, masih banyak persoalan lain yang diabaikan oleh APH, termasuk Penggunaan anggaran program Sepeda Listrik, Kasus Mark Up Tanah Samota MXGP, Kredit Macet Bank NTB, tutupnya.(tim).
Komentar