![]() |
| Foto Kepala Dinas Bersama Ketua dan Sejumlah anggota Poktan Milla Maju Saat Melakukan Survei Kandang Poktan |
DOMPU,NTB_BIDIKINFONEWS.COM - Kelompok tani ternak Mila Maju Dompu, akhirnya buka suara mengenai pengadaan ternak pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu. Ia, mengungkapkan dalam pekerjaan ini oknum oknum Dinas setempat diketahui bermain dan meraup keuntungan yang sangat besar.
Ketua Kelompok Tani Ternak Mila Maju, Kabupaten Dompu, Junaidin alias hama uwi melalui bendahara Rifaid menceritakan awalnya dinas terkait, memerintahkan untuk membuat proposal Koptan sebagai persyaratan untuk mendapatkan bantuan pengadaan sapi yang bersumber dari Pemerintah Provinsi NTB Tahun 2025.
Baca juga:skandal pengadaan ternak di dompu
Perintah ini, pun disanggupi oleh Koptan yang saat itu langsung membuat proposal dan mewujudkan pembangunan kandang serta lain lainya.
Kemudian, oleh Dinas setempat memberikan rekomendasi untuk mengikuti rapat di dinas provinsi NTB, guna mengetahui informasi mengenai bantuan sapi tersebut.
"Saat itu, kami diminta untuk buat proposal dan kandang serta mengikuti pelatihan. Semuanya sudah kami lakukan," ungkapnya, Senin (09/3/2026).
Selang waktu berjalan, pihak kelompok tani ternak Milla maju setempat langsung melakukan pengumpulan dan penarikan uang kepada masing masing anggota Koptan kurang lebih sebesar Rp.500 ribu per-orang untuk biaya pembangunan kandang.
Tidak hanya itu, setelah proposal dan kandang itu mereka buatkan, pihak dinas kemudian memberikan rekomendasi untuk mengikuti rapat di tingkat provinsi NTB sekitar dua kali,
"Mendapat mandat (rekomendasi dinas ) akhirnya kami para Koptan dengan sukarela mengeluarkan bajet atau anggaran sendiri untuk biaya operasional ke Mataram, guna mengikuti pelatihan itu, agar diketahui seperti apa adanya bantuan ternak dan seperti apa bentuk penyalurannya.
Selang waktu berjalan, oknum Dinas kembali menjalankan modusnya dengan memerintahkan para kelompok untuk melakukan komunikasi dengan pemilik ternak, agar bisa memberikan lebih dulu ternak sebagai jaminan meyakinkan pihak provinsi bahwa kelompok benar benar serius dalam pengembangan ternak tersebut.
"Atas dasar itu, kami langsung menghutang puluhan ekor ternak milik pengusaha dengan membayar lebih dulu harganya separuh alias Rp.50 juta rupiah. Uang itu hasil pinjaman kami yang tentunya harus dibayar setelah anggaran itu masuk rekening kelompok," jelasnya.
Pasang iklan disini:
Celakanya, berjalan 4 bulan anggaran pengadaan ternak sapi tak kunjung cair alias masuk ke rekening kelompok. Kondisi, ini mengundang reaksi kelompok dengan mempertanyakan realisasi bantuan tersebut.
"Jawaban oknum Kabid Pakan di dinas, katanya belum ada pencairan. Dia hanya memberikan janji janji palsu," terangnya.
Pihaknya menduga, ada permainan yang dilakukan oleh oknum Dinas setempat. Takutnya, anggaran itu masuk ke rekening lain yang diatur oleh oknum Dinas dan bukan rekening pihaknya sebagai keptan.
"Ini kami berani katakan setelah mengetahui adanya rekomendasi pencairan anggaran dari dinas provinsi. Artinya kami menduga anggaran itu sudah dicairkan oleh oknum dinas," katanya.
Berangkat dari hal ini, pihaknya selaku kelompok berencana melaporkan oknum Dinas terkait secara Hukum dengan dugaan tindak pidana penipuan. "Intinya oknum dinas harus bertanggungjawab," tegasnya.
Menangapi perihal dugaan tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, melalui Kabid Pakan, Sukarman S.Pt mendatangi media ini di kantor redaksi media Bidikinfonews.com sekitar Pukul 19: 32 Wita mengatakan bahwa bantuan ternak sapi bersumber dari pemerintah provinsi NTB bukan dari dinas peternaka.
"Bantuan itu mereka dapatkan sendiri dari provinsi, kami di dinas di mintai rekomendasi keberadaan kelompok, oleh kami meminta Rancangan anggaran (RAB) yang di susun pihak kelompok, setelah itu kamipun membuatkan rekomendasi dan menyerahkan kepada pihak kelompok itu sendiri,"terang Kabit pakan.
Sekitar dua bulan pihak kelompok tani Milla maju mendatangi pihak nya dinas guna meminta di buatkan rekomendasi pencairan untuk ke bank.
"Berdasarkan petunjuk dari provinsi kelompok ini kembali datangi kami di dinas untuk meminta di buatkan Rekomendasi pencairan untuk ke bank, dinaspun membuatkan nya, setelah mereka mengeceknya saya pun di informasihkan jika uang di maksut belum masuk rekening kelompok.
Mendengar pengakuan jika uang itu belum masuk rekening kelompok, pihaknya kemudian mengarahkan pengurus kelompok tani ternak nya untuk ke Mataram dan pertanyakan apa alasan dan kendala nya hingga uang itu belum juga masuk rekening kelompok.
Berdasarkan pengakuan para pengurus Poktan dan sejumlah pengusaha ternak, di mana pihak Poktan beranikan diri mengambil sapi ke pengusaha dengan cacatan bayar setengah, kelompok tani pun kemudian mengutang uang ke rentenir senilai RP.50 juta rupiah.
Menurut mereka hal itu di lakukan untuk meyakinkan pihak provinsi NTB bahwa pihak poktaan yang di maksut benar benar sungguh.
"Untuk hal itu, saya tidak pernah memerintah dan menyuruh pihak Poktan Milla maju untuk melakukan hal itu, justru sebaliknya saya kemarin mengatakan kepada mereka, kenapa berani mengambil lebih dulu sapi pengusaha yang ada sementara anggaran senilai lebih kurang Rp: 303 Rupiah itu belum pasti dan jelas pencairannya," bebernya.
Oleh pihak ketua Poktan Millah maju menjawab, tidak apa apa, karena para peternak yang mereka ambilkan sapi sejumlah 30 ekor itu adalah adik dan kelurganya.
"Atas dasar itu semua, saya selaku Kabid pakat, menjelaskan untuk memastikan bantuan tersebut, saya arahkan Poktan agar mendatangi pihak provinsi guna memastikan bantuan serta pencairan nya, Nah sampai detik ini anggaran bantuan Poktan Milla maju belum juga cairkan, hanya itu keterlibatan kami di dinas,"terangnya. (Bl).
Komentar