![]() |
| Foto Kondisi Terakhir Juwiati TKW asal Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). |
Dompu, NTB – Bidikinfonews.com — Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan mengalami sakit parah saat bekerja di Malaysia. Kondisinya kini memprihatinkan dan membutuhkan bantuan pemerintah untuk proses pemulangan ke tanah air.
Perempuan tersebut diketahui bernama Juwiati (36). Informasi mengenai kondisinya menjadi perhatian publik setelah beredar di media sosial. Saat ini Juwiati disebut tengah berada di kawasan Ipoh, Negeri Perak, Malaysia Barat.
Baca juga:tkw asal dompu minta dipulangkan dari
Berdasarkan keterangan keluarga, Juwiati sebelumnya sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Malaysia.
Namun perawatan tersebut tidak dapat dilanjutkan karena keterbatasan biaya, sehingga ia kini dirawat oleh rekannya di tempat tinggal mereka.
Juwiati diketahui menderita tekanan darah tinggi yang memicu pecahnya pembuluh darah di otak hingga menyebabkan stroke. Akibatnya, ia mengalami kelumpuhan pada bagian tubuh sebelah kiri dan tidak dapat beraktivitas secara normal.
Selain itu, kondisi tubuhnya juga dilaporkan mengalami pembengkakan sehingga membutuhkan penanganan medis intensif.
Kakak kandung Juwiati, Ida Farida (45), mengatakan pihak keluarga sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk membantu proses pemulangan Juwiati ke kampung halamannya di Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.
Pasang iklan disini:
Menurutnya, Juwiati baru sekitar enam bulan bekerja di Malaysia sebelum mengalami kondisi kesehatan yang serius tersebut.
"Kami berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat membantu memfasilitasi pemulangan Juwiati agar bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit di daerahnya sendiri,” ujar Ida saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Minggu (15/03/2026).
Keluarga juga berharap adanya koordinasi antara pemerintah daerah dengan instansi terkait di tingkat pusat, termasuk Kementerian Luar Negeri, guna mempercepat proses penanganan serta pemulangan Juwiati ke Indonesia.
Mereka berharap perhatian dari pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah, agar Juwiati dapat segera kembali ke Kabupaten Bima dan memperoleh penanganan medis yang lebih layak bersama keluarganya. (Tim)
Komentar.jpg)