![]() |
| Foto Farid Bersama Kondisi SPPG Dorotai yang luluhlantah diterpa Bencana Alam |
Dompu,NTB_Bidikinfonews.com – Peristiwa ambruknya bangunan SPPG (Satuan Pelaksana Program/Gedung) di lingkungan Doro Toi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, pasca diterjang angin puting beliung, memunculkan sejumlah pertanyaan serius terkait kualitas konstruksi hingga standar keselamatan kerja di lapangan.
Insiden tersebut tidak hanya mengakibatkan kerusakan fisik bangunan, tetapi juga menelan korban jiwa dari kalangan pekerja. Publik kini menyoroti aspek teknis pembangunan serta tanggung jawab pihak-pihak terkait. Bangunan Tunggal yang Ambruk, Ada Apa dengan Konstruksi?
Baca Juga :{{bupati-dompu-terima-gelar-adat-publik.html
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah fakta bahwa hanya bangunan SPPG tersebut yang mengalami kerusakan parah, sementara bangunan lain di sekitarnya yang juga terdampak angin puting beliung tidak mengalami nasib serupa.
Kondisi ini memunculkan dugaan awal terkait kelayakan struktur bangunan. Sejumlah pihak menilai perlu dilakukan investigasi teknis menyeluruh terhadap kualitas material, desain konstruksi, hingga metode pengerjaan di lapangan.
"Perlu ada audit konstruksi. Apakah ini murni faktor bencana atau ada kelemahan struktural,” ujar Farid Ardianyah SE pada media ini salah satu sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Pemerintah daerah didorong untuk segera berkoordinasi dengan konsultan perencana maupun tenaga ahli teknik sipil independen guna memastikan apakah bangunan tersebut telah memenuhi standar kelayakan teknis.
Tonton Video di Bawah ini:
Selain itu, peran Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas memberikan rekomendasi dalam pelaksanaan proyek SPPG juga menjadi sorotan.
Publik meminta adanya klarifikasi apakah rekomendasi yang diberikan telah sesuai dengan standar teknis dan prosedur yang berlaku.
Di sisi lain, insiden ini juga menyoroti aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Seorang pekerja dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut, namun kronologi pasti masih belum dijelaskan secara transparan kepada publik.
Pasang iklan disini:
Sejumlah pertanyaan mengemuka: apakah pekerja yang terlibat memiliki kompetensi memadai? Apakah pihak pemberi kerja telah menyediakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar? Dan sejauh mana pengawasan dilakukan selama proses pembangunan berlangsung?
"Ini bukan sekadar bencana, tapi juga menyangkut keselamatan kerja. Jika ada kelalaian, harus diusut,” tegas seorang pengamat lokal.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait bentuk tanggung jawab dari pihak pelaksana proyek maupun pengelola SPPG terhadap korban. Publik mempertanyakan apakah keluarga korban telah menerima santunan atau kompensasi yang layak.
Selain itu, sikap dan langkah konkret dari Satgas MBG (Makan Bergizi Gratis) Kabupaten Dompu juga dinilai penting untuk menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Dorongan Transparansi dan Investigasi Menyeluruh. Peristiwa ini mendorong tuntutan agar dilakukan investigasi terbuka dan menyeluruh, tidak hanya untuk mengungkap penyebab utama kejadian, tetapi juga untuk memastikan tidak ada kelalaian dalam aspek teknis maupun keselamatan kerja.
"Transparansi dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik, sekaligus menjadi evaluasi penting dalam pelaksanaan proyek-proyek serupa di masa mendatang,".
Sampai berita ini di tatangkan, beberapa pihak terkait belum bisa di temui untuk di mintai keterangan perihal dugaan yang terjadi, Namun media ini akan terus berupaya menemui para pihak terkait guna perimbagan pemberitaan.(BF).
Komentar