![]() |
| Foto Kurdiansyah Korban Penipuan Oknum RF Bendahara Poktan dan Pihak oknum dinas peternakan Dompu |
Bidikinfonews.com | Dompu, NTB – Dugaan praktik penipuan berkedok Kelompok Tani Ternak (Poktan) kembali mencuat di Kabupaten Dompu.
Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Poktan Milla Maju diduga menipu sejumlah anggota kelompok maupun pengusaha ternak hingga menyebabkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Baca juga :skandal pengadaan ternak di dompu
Kasus tersebut mulai terungkap setelah sejumlah anggota kelompok mengaku diminta menyerahkan uang jutaan rupiah dengan janji akan mendapatkan bantuan ternak.
Namun kenyataannya, ternak yang sebelumnya dipelihara selama beberapa bulan justru kembali diambil oleh pemilik awal lantaran diduga belum dibayarkan oleh pihak pengurus Poktan.
Salah seorang korban, Kurdiansyah, pengusaha ternak asal Dompu, mengaku dirinya mengalami kerugian besar akibat dugaan permainan yang dilakukan oknum pengurus kelompok tersebut.
"Kami dijanjikan pembayaran setelah dana bantuan cair. Ternak sudah dipelihara selama tiga sampai empat bulan, tetapi akhirnya diambil kembali karena belum ada pembayaran dari pihak Poktan,” ungkapnya.
Dugaan tersebut semakin menguat setelah korban mengaku diperlihatkan bukti transfer pencairan dana bantuan Poktan Milla Maju senilai sekitar Rp50,5 juta oleh bendahara kelompok berinisial RF.
Baca Juga :soal skandal pengadaan ternak mila maju
Namun yang menjadi sorotan, dana bantuan tersebut diduga tidak masuk ke rekening resmi kelompok tani, melainkan terlihat ditransfer ke rekening pribadi RF selaku bendahara Poktan.
Tak hanya itu, korban juga menilai adanya kejanggalan pada dokumen Rancangan Anggaran Belanja (RAB) yang sebelumnya diperlihatkan RF.
Pasalnya, dokumen tersebut disebut hanya ditunjukkan sebagian dan tidak dijelaskan secara utuh kepada anggota maupun pihak pengusaha ternak.
“Ini bukti kuat yang semakin memperjelas dugaan kami. Dana bantuan justru masuk ke rekening pribadi.
RAB juga hanya diperlihatkan sepotong-sepotong. Kami menduga ada tindakan yang sengaja ditutupi,” tegas salah satu korban.
Akibat dugaan praktik tersebut, para korban mengaku mengalami kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Bahkan sejumlah pengusaha ternak menyebut puluhan ekor ternak mereka hingga kini belum dibayarkan.
Menanggapi dugaan tindakan penipuan terhadap anggota kelompok dan pengusaha ternak tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ilham ST, Kabid terkait, maupun bendahara Poktan berinisial RF telah dihubungi media ini melalui pesan WhatsApp pribadi masing-masing.
Namun hingga berita ini diterbitkan, para pihak terkait belum memberikan jawaban maupun klarifikasi resmi dan memilih bungkam atas dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Meski demikian, media ini tidak akan berhenti sampai di sini.
Upaya konfirmasi dan penelusuran akan terus dilakukan guna memperoleh keterangan resmi dari seluruh pihak terkait demi menjaga asas keberimbangan dan akurasi dalam pemberitaan.
Pasang iklan disini :
Sementara itu, para korban berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan penipuan dan penyalahgunaan dana bantuan tersebut secara transparan dan profesional agar tidak menimbulkan korban baru di tengah masyarakat.
Kasus ini sendiri sudah dilaporkan ke aparat penegak hukum, disertai bukti transfer, percakapan, dan pengakuan RF.
Para korban mendesak aparat untuk segera mengusut dugaan penggelapan dana, persekongkolan, dan tindakan kejahatan yang mereka alami.
Mereka berharap proses hukum berlangsung secara transparan dan adil, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban di kemudian hari.
Media ini akan terus memantau perkembangan kasus dan memastikan semua pihak yang terlibat mendapat kesempatan untuk memberikan klarifikasi.
Upaya konfirmasi akan terus dilakukan hingga media ini mendapatkan keterangan resmi yang akurat.
Sementara itu, para korban tetap bersatu dan menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini sampai hak mereka dipulihkan.(Redaksi).
Komentar.jpg)