Nggahi Rawi Pahu Resmi Jadi Mars Kabupaten Dompu, Warisan Budaya 50 Tahun Dikukuhkan -->
✕

Kategori Berita


.

Nggahi Rawi Pahu Resmi Jadi Mars Kabupaten Dompu, Warisan Budaya 50 Tahun Dikukuhkan

bidikinfonews
9 Okt 2026
Foto Bupati Dompu dan Jajaran Pemerintah Disbudpar bersama Pencipta Lagu Saat Serah Terima Piagam Penghargaan 

Bidikinfonews.com | Dompu NTB _Pemerintah Kabupaten Dompu resmi mengukuhkan lagu daerah Nggahi Rawi Pahu sebagai Mars Kabupaten Dompu melalui Peraturan Bupati (Perbup). Penetapan ini menjadi langkah penting dalam menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Dompu, Nusa Tenggara Barat.


Lagu yang diciptakan sekitar 50 tahun silam tersebut dipilih untuk dikukuhkan sebagai mars daerah karena syairnya dinilai memiliki nilai kultural yang kuat dan melekat dengan jati diri Dou Dompu.


Baca Juga:tni kuat bersama rakyat kodim 1614


Alih-alih menggelar sayembara untuk menciptakan lagu baru, pemerintah daerah memilih mempertahankan karya bersejarah yang telah menjadi bagian dari perjalanan budaya masyarakat Dompu. Mars Nggahi Rawi Pahu kemudian diluncurkan pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-211 Kabupaten Dompu, 11 April 2026.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Dompu Ir.Abdul Muis Melalui Kabid Kebudayaan Dedy Arsyd mengatakan, Pengukuhan Nggahi Rawi Pahu sebagai Mars Kabupaten Dompu tidak sekadar menjadi simbol pelestarian budaya. Peraturan Bupati yang menjadi landasan penetapannya juga memuat ketentuan mengenai penggunaan mars dalam berbagai kegiatan resmi.


"Mars daerah tersebut diwajibkan untuk dinyanyikan dalam agenda formal pemerintahan dan kedaerahan, upacara resmi kedinasan, serta kegiatan protokoler di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dompu." Terannya.


Lanjut Dedy mengatakan, Ketentuan serupa juga diarahkan ke lingkungan pendidikan. Sekolah-sekolah mulai dari tingkat dasar hingga menengah di wilayah Kabupaten Dompu diwajibkan mengumandangkan mars daerah tersebut sebagai bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap daerah, memperkuat karakter, dan menumbuhkan semangat nasionalisme generasi muda.


"Melalui kebijakan ini, Nggahi Rawi Pahu diharapkan tidak hanya dikenal sebagai lagu seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat Dompu.


Sebagai bagian dari dukungan terhadap visi Dompu Berbudaya, Pemerintah Kabupaten Dompu turut memberikan penghargaan kepada sosok-sosok yang berjasa dalam penciptaan dan pengembangan Mars Kabupaten Dompu.


"Pada malam resepsi HUT ke-81 Republik Indonesia tahun 2026, apresiasi diberikan atas jasa almarhum Israil M. Saleh selaku pencipta lagu Nggahi Rawi Pahu. Penghargaan tersebut diterima oleh putrinya, Ir. Nurhaidah.


Apresiasi juga diberikan kepada Jhoni Keke, maestro musik daerah yang berperan dalam menyusun aransemen lagu tersebut sehingga dapat dihadirkan sebagai mars daerah.


"Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi para pelaku seni yang telah meninggalkan karya penting bagi perjalanan sejarah dan kebudayaan Kabupaten Dompu.


Pasang iklan disini :


Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu juga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah ikut berpartisipasi dalam menyosialisasikan penetapan Nggahi Rawi Pahu sebagai Mars Kabupaten Dompu.


"Sosialisasi tersebut sangat lah  penting agar masyarakat memahami makna dan nilai historis lagu daerah itu, sekaligus mendukung penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat, lingkungan pendidikan, dan kegiatan pemerintahan."harapnya.


Menurutnya, mars daerah ini tidak berhenti sebagai formalitas dalam upacara atau agenda resmi semata. Lebih dari itu, Nggahi Rawi Pahu diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat identitas lokal, menjaga warisan budaya, serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap tanah Dompu.


"Dengan pengukuhan melalui Perbup dan dukungan sosialisasi yang melibatkan berbagai pihak, warisan karya almarhum Israil M. Saleh diharapkan terus dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.


Nggahi Rawi Pahu bukan sekadar lagu, melainkan bagian dari identitas dan ingatan kolektif masyarakat Dompu.(*).