![]() |
| Foto Kantor Bank NTB Manggelewa Dompu |
Bidikinfonews.com | Dompu, NTB — Dugaan peristiwa penyebab pemecatan sepihak saudari Ahmadin oleh pihak Bank NTB Manggelewa, hanya karena dilatar belakangi oleh ke tidak sukaan kepada pihak korban karyawan yang telah mengabdi selama lima tahun kini mulai terunkap.
Di balik pemecatan tersebut, muncul dugaan adanya persoalan hubungan personal antara Ahmadin dengan salah satu oknum pegawai di lingkungan bank tersebut.
Baca Juga:lima tahun mengabdi ahmadin mengaku di
"Saya menilai bahwa Pemimpin Bank NTB sengaja melakukan pembiaraan, tidak hanya itu, dugaan kuat saya ia telah menyalahgunakan kewenangan, dan tidak profesional melaksanakan tugas menurut saya.
Karena menurut Ahmadin, jika pemecatan dirinya berkaitan dengan sikap salah satu oknum pimpinan dan atau (pegawai red) yang disebut tidak menyukainya. Menurutnya itu bukanlah hal yang melangar aturan dan tidak bertentangan dengan tugas nya.
"Oknum pimpinan terkait, sengaja membuatkan surat pengunduran diri dan memaksa saya untuk mentandatangani nya Aneh bin ajaib. Oknum yang dimaksud juga baru menempati posisi di Bank NTB Manggelewa namun sudah berbuat hal yang menurut saya melanggar aturan dan diduga kuat sengaja ingin merusak nama baik bank ntb." Tegasnya Ahmadin.
Lanjut Ahmadin menilai seorang pemimpin semestinya membangun komunikasi, memahami karakter bawahannya, serta mengedepankan sikap profesional.
"justru sebaliknya gaya kepemimpinan oknum pimpinan tersebut terkesan memaksakan kehendak dan berlebihan dalam menggunakan kewenangannya.terannya.
Bagi Ahmadin, persoalan ini bukan sekadar kehilangan pekerjaan, tetapi juga menyangkut penghargaan terhadap masa pengabdian serta kepastian atas hak-haknya sebagai pekerja.
"Untuk itu. Saya mempertanyakan apakah keputusan pemecatan tersebut telah melalui mekanisme yang semestinya dan apakah alasan atau sikap atau perbuatan saya sehingga pemecatan itu dilakukan. Seharusnya disampaikan secara jelas, selain itu juga ada hak saya sebagai karyawan kurang diperhatikan.
Pasang iklan disini:
Ahmadin mengingatkan, keputusan kepegawaian seharusnya memiliki dasar yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan karena persoalan suka atau tidak suka.
"Saya khawatir, jika pola tersebut benar terjadi, hal itu dapat menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan kerja.
Untuk itu, Ia meminta agar manajemen Bank NTB memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar pemecatan, prosedur yang ditempuh, serta pertimbangan yang melatarbelakanginya.
"Menurut saya ini sangat di sayangkan jika sikap profesionalitas, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan ketenagakerjaan di lingkungan perbankan tidak benar benar di terapkan atau di jalankan.
Sampai berita ini di turunkan para pihak Bank NTB terkait, kini belum dapat di hubungi dan di temui, Namun media ini akan terus berupaya menemui dan mendapatkan pernyataan tanggapan para pihak terkait guna perimbangan pemberitaan. (f/redaksi).

Komentar