Skandal Dugaan Oknum Polisi Gauli Tahanan di Sel, Polsek Dompu Angkat Bicara -->
✕

Kategori Berita


.

Skandal Dugaan Oknum Polisi Gauli Tahanan di Sel, Polsek Dompu Angkat Bicara

bidikinfonews
3 Nov 2026
Foto Kapolsek Dompu yang Baru Bersama Anggota Lainya. 


Bidikinnews.com | Dompu, NTB - Dugaan oknum polisi gauli tahanan perempuan kasus narkoba di sel Polsek Dompu mulai terkuak, dan Kapolsek Dompu, Aipda Suharto, membenarkan bahwa informasi itu sedang menjadi perhatian publik. 


Saat ditemui awak media di depan Kantor Polsek Dompu pagi tadi, Selasa (03 /11/26), Aipda Suharto menjelaskan bahwa ia belum bisa memberi keterangan secara rinci terkait dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian.

 

Baca Juga:viral skandal biadab di balik jeruji


"Untuk soal itu, saya tidak bisa memberikan komentar, silakan ke Polres saja untuk lebih jelasnya,” kata Aipda Suharto.


Ia menambahkan, dirinya baru aktif dua hari menjabat sebagai Kapolsek Dompu, sehingga informasi terkait persoalan itu kini sudah ditangani melalui satu pintu komunikasi. 


Sebelumnya, dugaan kasus ini mencuat setelah akun Facebook bernama Badai NTB mengunggah informasi mengenai seorang perempuan yang disebut merupakan tahanan kasus narkoba dan diduga mengalami hubungan seksual dengan oknum anggota polisi saat berada di dalam sel tahanan Polsek Dompu. 


Unggahan itu menyebar luas dan memicu beragam reaksi masyarakat, termasuk kritik karena dugaan peristiwa itu terjadi di lingkungan kantor polisi yang seharusnya menjadi tempat penegakan hukum dan perlindungan tahanan. 


Dalam unggahannya, Badai NTB mengklaim memiliki rekaman CCTV yang disebut berkaitan dengan dugaan tersebut, bahkan berencana memublikasikan rekaman yang diklaim menunjukkan kedekatan antara tahanan dengan salah satu terduga. 


Pasang iklan disini:


Badai NTB juga menyebut dugaan keterlibatan lebih dari satu anggota dan meminta Propam Polda NTB mengusut tuntas siapa saja yang terlibat. 


Mencuatnya dugaan ini memunculkan pertanyaan serius soal sistem pengawasan, keamanan, serta perlindungan tahanan perempuan di lingkungan kepolisian. 


Jika dugaan tersebut benar, persoalan ini tak sekadar pelanggaran etik, melainkan berpotensi pidana yang harus diproses sesuai hukum. 


Karena itu, transparansi penanganan perkara jadi penting, termasuk pemeriksaan menyeluruh seperti penelusuran rekaman CCTV, jadwal penjagaan, akses keluar masuk ruang tahanan, serta keterangan para pihak yang mengetahui peristiwa tersebut. 


Media ini masih menunggu keterangan resmi dari Polres Dompu maupun Propam Polda NTB perihal substansi dugaan kasus tersebut. 


Sementara Identitas perempuan yang disebut sebagai korban juga belum diungkap demi menjaga privasi dan martabatnya. 


Samapi berita ini di turunkan Media ini masih menunggu hak jawab dan klarifikasi pihak Polres Dompu, Polda NTB, Propam, maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan. (f).