![]() |
| Foto Kondisi Proyek Saluran irigasi BWS yang di kerjakan pihak Kontraktor di Desa O,o |
Dompu, NTB_Bidikinfonews.com — Proyek yang dikelola Balai Wilayah Sungai (BWS) dan berlokasi di Sori Tolotaa, Desa Oo, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), menuai sorotan tajam dari masyarakat setempat.
Proyek yang menyerap anggaran negara tersebut dinilai tidak transparan dan diduga melanggar ketentuan teknis dalam pelaksanaannya.
Sejumlah warga mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh pihak kontraktor pelaksana yang ada, di mana proyek dilaksanakan diduga tidak sesuai spek gambar yang ada.
Baca juga:
Berdasarkan hasil investigasi media ini di lapangan pelaksanaan pekerjaan proyek yang ada diduga sengaja di buramkan, salasa tunya yaitu, tidak ada nya papan informasi yang di pasang, pemasangan saluran irigasi di lahan persawahan para petani diduga tidak di gali namun di pasang di atas permukaan yang ada.
Hal itu serupa seperti yang di ungkap beberapa orang masyarakat petani antara lain Ihwan farit dan beberapa orang lainya, Saptu (24/01/26) di temui di lokasi pekerjaan tidak ditemukan papan informasi proyek sebagaimana diwajibkan dalam setiap kegiatan yang menggunakan anggaran negara.
"Di lapangan tidak ada papan informasi proyek. Kami tidak tahu nilai anggarannya, siapa kontraktornya, dan berapa lama waktu pekerjaannya,” ungkap salah seorang warga setempat.
Selain minimnya transparansi, warga juga menyoroti kualitas pekerjaan yang dinilai jauh dari harapan.
Beberapa saluran irigasi yang dibangun diduga tidak melalui proses penggalian yang semestinya, melainkan hanya diletakkan di atas permukaan tanah. Kondisi ini menimbulkan keraguan terhadap daya tahan dan fungsi jangka panjang bangunan tersebut.
Tidak hanya itu, masyarakat menilai pengerjaan proyek terkesan asal jadi dan tidak memperhatikan standar kualitas.
Bahkan, beberapa warga mengaku telah menegur langsung para pekerja di lapangan atas metode pekerjaan yang dianggap tidak sesuai.
Pasang iklan di sini:
"Kami sebagai masyarakat dan petani sangat menyayangkan pekerjaan seperti ini. Ini menyangkut kepentingan pertanian dan masa depan pengairan kami,” tegas warga lainnya.
Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta pihak terkait, baik dari BWS maupun instansi pengawas lainnya, untuk turun langsung ke lapangan guna mengecek dan mengevaluasi pelaksanaan proyek tersebut.
Warga juga menyampaikan peringatan tegas. Apabila tidak ada tindak lanjut dan perbaikan atas tuntutan mereka, masyarakat dan para petani setempat mengancam akan mengambil sikap tegas dengan menghentikan sementara pekerjaan proyek yang saat ini masih berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana maupun Balai Wilayah Sungai (BWS) belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan dan protes yang disampaikan masyarakat.
Komentar