![]() |
| Foto Ilustrasi |
Dompu,NTB_Bidikinfonews.com - Kebakaran hebat melanda sebuah rumah sekaligus kios milik Nurjanah dan Syahrir di Lingkungan Renda, Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 20.30 Wita. Peristiwa tersebut sontak membuat panik warga sekitar.
Kobaran api yang cepat membesar disertai suara ledakan membuat warga tidak mampu berbuat banyak untuk menyelamatkan bangunan yang terbakar.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, api dengan cepat melahap rumah dan kios karena di dalamnya terdapat bahan mudah terbakar, seperti bensin eceran dan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram.
Baca Juga:bupati dompu terima gelar adat publik
Warga kemudian segera melaporkan kejadian itu ke Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Dompu. Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman bersama warga.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama lantaran api terus membesar akibat adanya bahan bakar minyak jenis pertalite dan puluhan tabung gas yang tersimpan di dalam kios. Setelah dilakukan penyemprotan dari berbagai sisi, api akhirnya berhasil dikendalikan.
Akibat kejadian tersebut, Nurjanah mengalami luka bakar serius. Korban menderita luka bakar hingga sekitar 50 persen di bagian tubuh dari pinggul hingga kaki dan langsung dilarikan ke RSUD Dompu untuk mendapatkan perawatan intensif.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran diduga bermula saat korban tengah menakar bensin sambil membakar sampah di lokasi yang berdekatan. Api kemudian menyambar bensin dan membakar tubuh korban hingga menjalar ke bangunan.
Saat kejadian, suami korban diketahui tidak berada di rumah karena sedang bekerja di kebun. Korban saat itu hanya bersama anaknya.
Peristiwa ini mengakibatkan kerugian materi yang ditaksir mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Untuk sementara, korban bersama keluarga mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Hingga berita ini diterbitkan, api telah berhasil dipadamkan, namun kondisi rumah dan kios dilaporkan rata dengan tanah.
Suasana malam di Lingkungan Renda, Kelurahan Simpasai, mendadak berubah mencekam.
Sekitar pukul 20.30 Wita, Minggu (12/4/2026), kobaran api tiba-tiba membesar dari sebuah rumah yang juga difungsikan sebagai kios milik Nurjanah dan Syahrir.
Warga yang melihat kejadian itu langsung panik. Api dengan cepat menjalar, disertai suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas dan bahan bakar minyak yang tersimpan di dalam bangunan.
"Api besar sekali, kami tidak bisa berbuat banyak,” ujar seorang warga setempat.
Kondisi semakin sulit dikendalikan karena di dalam kios terdapat bensin eceran jenis pertalite serta puluhan tabung gas elpiji 3 kilogram yang mempercepat penyebaran api.
Warga kemudian berinisiatif menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Dua unit armada Damkar Kabupaten Dompu yang tiba di lokasi langsung berjibaku bersama warga untuk menjinakkan si jago merah. Upaya pemadaman berlangsung berjam-jam.
Api baru bisa dikendalikan setelah petugas menyemprotkan air dari berbagai sisi bangunan.
Di balik peristiwa itu, tragedi juga menimpa pemilik rumah. Nurjanah mengalami luka bakar serius di bagian tubuh bawah. Bahkan, kulit dari bagian pinggul hingga kaki dilaporkan mengalami kerusakan hingga sekitar 50 persen.
Pasang iklan disini:
Korban segera dilarikan ke RSUD Dompu untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Berdasarkan keterangan warga, kebakaran diduga bermula saat korban tengah menakar bensin untuk dijual, sambil membakar sampah di lokasi yang berdekatan.
Percikan api kemudian menyambar bahan bakar hingga membakar tubuh korban dan merambat ke bangunan.
Dalam kondisi panik, korban sempat mencoba masuk kembali ke dalam rumah untuk menyelamatkan uang, namun gagal karena api terlanjur membesar.
Saat kejadian berlangsung, suami korban diketahui sedang berada di kebun, sehingga korban hanya bersama anaknya di rumah.
Akibat insiden ini, rumah dan kios ludes terbakar hingga rata dengan tanah. Kerugian ditaksir mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Untuk sementara waktu, korban dan keluarga mengungsi ke rumah kerabat.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko penyimpanan bahan bakar dan gas dalam satu lokasi, terutama di lingkungan permukiman padat.(Bl).
Komentar