![]() |
| Foto Suasana Masa Lmnd Demo didepan Polda NTB |
Bidikinfonews.com | Dompu, NTB – Gelombang kritik terhadap kinerja aparat penegak hukum kembali mencuat.
Kali ini datang dari Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Mataram yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/4/2026).
Aksi tersebut dipicu oleh belum adanya tindak lanjut atas laporan dugaan penyimpangan dana pendidikan di Universitas Bima Internasional yang telah dilayangkan sejak 24 Februari 2026 ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTB.
Baca juga:atap sppg mbg dorotoi roboh satu tewas
Mahasiswa menilai, hingga memasuki pertengahan April, aparat belum menunjukkan progres signifikan dalam penanganan kasus tersebut.
Kondisi ini memicu kekecewaan sekaligus kecurigaan publik terhadap keseriusan penegakan hukum.
Dalam orasinya, Ketua EK-LMND Mataram, Julfikar, mempertanyakan sikap aparat yang dinilai pasif terhadap laporan yang telah disampaikan secara resmi.
Ia menegaskan bahwa lambannya respons justru berpotensi menguatkan dugaan adanya pembiaran. Masa aksi menuding pihak penegakan hukum yang ada di Polda NTB diduga masuk angin, beberapa laporan kasus Dugaan terjadi di Universitas Bima hingga kini nampak terlihat jalan di tempat alias Mandek.
"Kami tidak melihat langkah konkret dari pihak kepolisian. Ini menimbulkan pertanyaan serius tentang komitmen penegakan hukum, khususnya dalam kasus yang menyangkut dunia pendidikan,” ujarnya di tengah aksi.
Laporan yang disampaikan LMND mencakup dugaan penyalahgunaan dana program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) serta indikasi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program inbound mobility yang diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut mahasiswa, jika dugaan tersebut terbukti, maka dampaknya tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mahasiswa penerima manfaat, terutama dari kelompok ekonomi lemah yang bergantung pada program bantuan pendidikan.
Selain mendesak percepatan penanganan, massa aksi juga menuntut transparansi dari aparat kepolisian dalam mengungkap perkembangan kasus.
Mereka meminta agar pihak-pihak terkait segera dipanggil dan diperiksa guna memastikan kejelasan hukum.
Pasang iklan disini :
LMND juga mengingatkan bahwa keterbukaan informasi sangat penting untuk mencegah spekulasi publik terkait kemungkinan adanya praktik tidak transparan dalam proses penanganan perkara.
Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan aparat kepolisian. Para peserta aksi membawa spanduk dan menyampaikan tuntutan secara bergantian, menyerukan komitmen bersama dalam memberantas praktik korupsi di sektor pendidikan.
EK-LMND Mataram menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum. Mereka juga mengajak masyarakat luas untuk ikut mengawasi agar proses penegakan hukum berjalan objektif, profesional, dan akuntabel. (tim)
Komentar.jpg)