![]() |
| Foto Masa Aksi saat Gelar Demostrasi di Depan Kantor BRI Cabang Dompu |
Bidiinfonews.com | Dompu NTB - Koalisi Nasabah Melawan Kabupaten Dompu (Kanibal Dompu) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bank Rakyat Indonesia Cabang Dompu, Rabu (20/05/2025). Aksi ini dipicu dugaan pelelangan sepihak atas aset nasabah oleh pihak bank.
Massa menilai proses lelang dilakukan tanpa mediasi kekeluargaan. Upaya pelunasan yang diinisiasi pihak keluarga nasabah disebut tidak direspons positif oleh bank.
Salah satu orator menyampaikan bahwa langkah yang ditempuh bank dianggap merugikan nasabah yang masih memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kewajiban.
Menurutnya, proses lelang terkesan dipaksakan meski jalur mediasi masih bisa ditempuh.
Baca juga:pinca bri dompu diduga kuat gelapkan
Aksi demonstrasi berlangsung di halaman kantor BRI Cabang Dompu dengan pengawalan aparat keamanan.
Massa juga meminta mediasi terbuka untuk memperjelas persoalan yang mereka anggap merugikan nasabah.
Dalam orasinya, massa menyoroti dugaan pelanggaran etik oleh oknum bank.
Mereka menduga ada permainan dalam proses lelang yang melibatkan pihak tertentu.
Koordinator aksi meminta BRI menghadirkan pimpinan cabang dan pegawai bernama Andi untuk memberikan klarifikasi langsung terkait pelelangan.
Selain itu, massa aksi juga menuding berbagai dugaan praktik kejahatan yang dilakukan BRI, bukan hanya pelelangan.
Mereka menyoroti masalah yang kerap merugikan nasabah setiap tahun, seperti dugaan penyaluran KUR yang bermasalah, sertifikat hak nasabah hilang, hingga tabungan nasabah yang tiba-tiba raib.
Baca Juga :misteri sertifikat nasabah hilang
Massa menilai semua itu diduga sengaja dilakukan oleh oknum bank untuk memperkaya diri.
"Jika semua ini tidak bisa diselesaikan, jangan salahkan kami jika langkah yang kami ambil adalah langkah yang lebih tegas,” ujar salah satu orator. Rabu (20/05/26).
Massa menegaskan, aksi ini adalah bentuk kontrol sosial terhadap bank milik negara. Mereka menuntut keterbukaan dan penyelesaian adil. Jika tidak, mereka mengancam akan mengambil langkah lanjutan guna memastikan kejelasan terkait perihal tersebut.
Pasang iklan disini :
Dikutip dari laman Media Tamborapres.com Mitra BRI Cabang Dompu pihak Branch Office Head BRI Dompu, Imam Kambali, memilih membuka ruang dialog secara langsung dengan massa aksi yang turut didampingi anggota DPRD Kabupaten Dompu Erwinsyah Erwinsyah SH.
Dalam dialog yang berlangsung secara terbuka itu, Imam Kambali menegaskan bahwa pihaknya tidak menghindari persoalan dan siap bertanggung jawab untuk mencari jalan keluar terbaik bagi semua pihak.
"Saya bertanggung jawab atas persoalan ini. Saya minta semuanya bersabar dan menahan emosi. Kita bantu bagaimana yang terbaik dan kita selesaikan dengan solusi terbaik,” ujar Imam Kambali di hadapan peserta aksi.
Ia juga meminta waktu selama dua pekan untuk melakukan komunikasi dan negosiasi dengan pihak pemenang lelang agar penyelesaian dapat ditempuh secara persuasif dan mengedepankan asas kekeluargaan.
"Kami di BRI tentu ingin persoalan ini selesai dengan baik tanpa merugikan pihak mana pun. Prinsip kami adalah mencari solusi yang adil dan tetap mengedepankan komunikasi yang baik dengan nasabah,” katanya.
Menurut Imam, BRI Cabang Dompu tetap membuka ruang komunikasi kepada seluruh pihak agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
"Saya datang dengan niat baik dan ingin menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Kami berharap semua pihak dapat memberikan ruang dan waktu agar proses penyelesaian berjalan maksimal,” tambahnya.
Langkah dialogis yang ditempuh BRI Cabang Dompu tersebut merupakan bentuk keterbukaan institusi perbankan dalam menerima kritik dan aspirasi masyarakat, sekaligus upaya menjaga hubungan baik antara bank dan nasabah.
Selain itu, BRI sebagai lembaga jasa keuangan nasional juga menegaskan pentingnya penyelesaian setiap persoalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku, demi menjaga kepercayaan publik terhadap layanan perbankan.(team).
Komentar