![]() |
| Foto Ketua DPRD Kabupaten Dompu Ir. Muttaku dan Papan Nama Poktan Milla Maju beserta Sejumlah Ternak |
Bidikinfonews.com | Dompu, NTB – Dugaan adanya praktik penyimpangan dalam pengelolaan Kelompok Tani (Poktan) Ternak Milla Maju yang menyebabkan ratusan sampai puluhan juta rupiah uang milik anggota Poktan maupun para pengusaha yang ada.
Sejumlah anggota kelompok dan pengusaha ternak yang terlibat dalam aktivitas kelompok tersebut mengaku telah di tipu dan di bodohi oleh para oknum pengurus kelompok tani Milla Maju.
Baca juga:dugaan rf milla maju tipu anggota
Berdasarkan Informasi yang dihimpun media ini di beberapa anggota kelompok dan pengusaha Ternak yang ada menyebutkan, Poktan Ternak Milla Maju diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya dan bahkan disebut-sebut hanya dijadikan sarana oleh oknum tertentu untuk memperoleh keuntungan pribadi. Dugaan tersebut memicu keresahan di kalangan anggota kelompok yang merasa dirugikan akibat berbagai aktivitas yang dinilai tidak transparan.
Sejumlah pihak menduga telah terjadi penyalahgunaan kewenangan oleh oknum pengurus kelompok. Dugaan itu semakin menguat setelah muncul berbagai keterangan dan dokumen yang diklaim menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara data administrasi kelompok dengan kondisi riil di lapangan.
Selain itu, Para anggota Poktan Milla Maju juga mengaku bahwa mereka ditipu oleh pihak pengurus dengan cara yang menyerahkan sejumlah ternak untuk di rawat dan di pelihara oleh Mereke,
Puluhan ekor ternak sapi bantuan di rawat oleh mreka tiga (3) sampai (4) empat bulan lamanya. alih_alih bisa mereka miliki namun sebaliknya semua ternak itu di ambil kembali oleh para pihak pengusaha ternak.
"Ternak yang sebelumnya dibagikan pada kami ternyata belum di bayar oleh pihak oknum bendahara dan ketua Poktan terkait, Kami kecewa dan kesal dengan para pihak terkait, kami di tipu, uang kami juga pun di tipu oleh merek." Terang beberapa anggota Poktan Milla Maju.
Tidak hanya itu, isu keterlibatan oknum dari instansi terkait juga mulai mencuat. Beberapa sumber menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum di lingkungan Dinas Peternakan Kabupaten Dompu yang diduga mengetahui atau bahkan turut berperan dalam berbagai aktivitas kelompok tersebut.
"Kami bersama para pihak pengusaha ternak juga kemarin telah melaporkan para oknum pengurus Poktan ke polsek, Namun sampai saat ini belum juga ada kepastian hukum yang bisa kami dapatkan.
Para anggota kelompok yang merasa dirugikan berharap adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut tuntas persoalan tersebut. Mereka meminta seluruh pihak yang diduga terlibat diperiksa secara transparan guna mengungkap fakta yang sebenarnya.
Baca Juga :rf poktan milla maju diduga kuat tipu
"Kami meminta kepada pihak pemerintah terkait maupun pihak penegak hukum yang ada agar persoalan ini diusut secara menyeluruh. Segera proses para oknum terkait seperti oknum bendahara ketua juga oknum terkait lainya,"Tegas beberapa anggota kelompok terkait.
Menanggapi dugaan yang dialami baik beberapa pengusaha ternak maupun anggota kelompok, Ketua DPRD Kabupaten Dompu, Ir. Muttakun, mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait.
"Untuk mengetahui pasti dugaan yang dialami anggota Poktan dan pengusaha ternak, saya akan berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait, baik Dinas Peternakan Dompu maupun Provinsi NTB," terang Muttakun saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya, Minggu (31/05).
Ketua DPRD menjelaskan, pihaknya ingin mengetahui kapan Poktan Milla Maju berdiri, sumber bantuan dana, serta peran dinas peternakan dalam persoalan ini.
"Jika dugaan itu benar adanya, tentu ini kejahatan besar, di mana anggota Poktan dan pengusaha ternak mengalami kerugian materi yang sangat besar, hingga ratusan juta rupiah," ujarnya.
Pasang iklan disini:
Kondisi yang dialami para anggota kelompok dan pengusaha ternak sangat memprihatinkan. Mereka mengeluh, selain tertipu oknum pengurus, mereka telah mengurus ternak selama tiga bulan. Namun, ternak yang mereka rawat kembali diambil oleh perusahaan karena belum terbayarkan oleh oknum bendahara dan ketua Poktan.
"Ini tidak boleh dibiarkan. Kasihan para anggota kelompok dan pengusaha, modal puluhan hingga jutaan rupiah mereka kini tak kembali," keluh salah satu korban.
Bahkan, para korban menegaskan, bukan hanya uang yang mereka rugikan, tetapi juga tenaga dan pikiran yang telah mereka curahkan selama proses tersebut.
Banyak di antara mereka kini terancam gulung tikar, akibat usaha yang macet dan tidak ada kepastian.
![]() |
| Ketua DPRD Kabupaten Dompu NTB Ir. Muttakun |
"Kita harus memastikan semuanya, baik itu bantuan dana Poktan ternak, kondisi anggota, maupun nasib para pengusaha ternak. Insya Allah, saya akan bantu mengoordinasikan dan menelusurinya.
Kita harus tahu apa sebenarnya penyebab bantuan Poktan Milla Maju hingga kini belum cair, serta mengapa ternak yang mereka rawat belum terbayarkan. Semua akan kami tanyakan pada pihak-pihak yang bersangkutan," pungkas Ketua DPRD.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengurus Poktan Ternak Milla Maju maupun Dinas Peternakan Kabupaten Dompu belum memberikan keterangan resmi.
Namun media ini akan terus berupaya mengonfirmasi ke seluruh pihak terkait, guna perimbangan berita (redaksi).
Komentar
