![]() |
| Foto Ilustrasi Oknum Kabid Peternakan Kandang dan Anggota Poktan diduga Bermasalah |
Bidikinfonews.com | Dompu, NTB – Polemik yang membelit Kelompok Tani (Poktan) Ternak Milla Maju terus bergulir dan memunculkan fakta-fakta baru yang semakin menyita perhatian publik atas dugaan kejahatan penipuan berkedo Poktan hingga menyebabkan ratusan hingga Puluhan jutaan rupiah milik pengusaha dan anggota hilang.
Di tengah berbagai dugaan persoalan yang menyeret nama pengurus kelompok, kini muncul pengakuan dari Ketua Poktan Milla Maju, Julkarnai alias Hama Uwi, yang menyebut bahwa pembentukan kelompok tersebut dilakukan atas arahan dan petunjuk dari salah satu pejabat di Dinas Peternakan Kabupaten Dompu yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid).
Baca juga:ketua dprd dompu turun tangan dugaan
Pernyataan itu disampaikan Hama Uwi kepada Bidikinfonews.com saat ditemui di wilayah Simpasai, Selasa malam (01/06/2026). Menurut Hama Uwi, dirinya tidak mengetahui adanya dugaan pengambilan uang milik sejumlah anggota kelompok oleh bendahara Poktan. Namun, ia mengakui mengetahui adanya ternak milik beberapa pengusaha yang hingga kini belum dibayarkan.
"Saya tidak mengetahui jika ada banyak uang anggota Kelompok Tani Milla Maju yang diambil oleh bendahara Poktan. Kalau soal ternak milik para pengusaha yang belum dibayarkan, itu saya ketahui," ungkapnya.
Ia mengaku sebelumnya telah mengingatkan bendahara Poktan agar tidak terlebih dahulu mengambil ternak dari para pengusaha sebelum seluruh mekanisme dan kewajiban pembayaran diselesaikan. Namun, menurutnya, bendahara mengambil langkah sendiri di luar arahan yang telah diberikan.
Lebih jauh, Hama Uwi menegaskan bahwa sejak awal pembentukan Poktan Milla Maju, dirinya mendapat arahan dari Kabid Dinas Peternakan. "Jujur saja, kelompok ini kami bentuk berdasarkan arahan dan petunjuk dari Kabid Dinas Peternakan.
Karena itu, saya menilai pihak terkait setidaknya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memperhatikan persoalan yang sekarang terjadi. Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan ketika masalah muncul," tegasnya.
Pernyataan itu mencuat sebagai titik balik, karena sebelumnya pihak Dinas Peternakan Kabupaten Dompu melalui Kabid menyatakan bahwa dirinya baru mengetahui adanya bantuan dana untuk Poktan Milla Maju setelah pengurus kelompok datang mengurus rekomendasi pencairan.
Pasang Iklan Disini:
Namun, dalam keterangannya, Ketua Poktan Milla Maju juga mengungkap bahwa pembentukan kelompok tersebut bermula dari informasi yang disampaikan oleh Kabid kepada dirinya dan anggota lainnya.
Hama Uwi mengatakan bahwa saat itu, mereka bersama anggota kelompok lainnya diinformasikan bahwa ada bantuan dana hibah.
"Kami waktu itu diinformasikan bahwa ada bantuan dana hibah. Kami kemudian disarankan membentuk kelompok tani. Karena itu, kami mengikuti arahan tersebut dan membentuk kelompok yang kemudian diberi nama Poktan Milla Maju," ungkapnya.
Baca Juga:didiga tipu sejumlah pengusaha puluhan
Dia menambahkan, setelah kelompok terbentuk, mereka mendapat arahan untuk melengkapi administrasi, termasuk surat rekomendasi yang mengarahkan mereka ke Provinsi NTB guna mengikuti pelatihan.
"Setelah kelompok terbentuk, kami diarahkan lagi melalui surat rekomendasi untuk berangkat ke Provinsi NTB mengikuti pelatihan dan berbagai kegiatan lainnya yang berkaitan
Hama Uwi juga mengungkapkan bahwa dirinya sampai sekarang masih berutang sebesar tiga juta rupiah untuk biaya perjalanan ke Provinsi NTB.
"Jujur saja, sampai sekarang saya masih utang uang orang sebanyak tiga juta rupiah untuk kebutuhan dan biaya ke Provinsi NTB kemarin. Di situ saya mulai ada keraguan, bahwa kelompok tani yang dibentuk dan dijanjikan ada bantuan dana hibah itu ternyata tidak benar, namun saya terus mengikuti alurnya," tuturnya.
Baca Juga:dugaan rf milla maju tipu anggota
Ia menambahkan, beberapa bulan berjalan, mulai terlihat hal-hal yang janggal. "Dari mulai pengambilan puluhan ternak milik pengusaha yang dijanjikan bayar lunas belakangan, kemudian administrasi tidak ada yang jelas."
"Tapi anehnya lagi, meskipun begitu, kami tetap terus mengikuti prosedur dan arahan yang dilakukan oleh oknum Kabid Dinas Peternakan Dompu bersama Rifaid selaku bendahara Poktan, tanpa ada informasi atau laporan yang saya ketahui atau terima."bebernya.
Lanjut ia mengungkapkan jika tadi pihaknya bersama bendahara barusan cekcok dengan pihaknya lewat WhatsApp pribadinya.
"Kayaknya dugaan saya, oknum Kabid serta bendahara Poktan ingin mengkambinghitamkan saya atas dugaan yang terjadi. Saya kasih tahu ya, semua yang dilakukan oleh pihak pengurus Poktan dan langkah apapun yang diambil, tidak terlepas dari saran oknum Kabid terkait, karena kami tidak berani mendahuluinya. Untuk itu, Kabid tidak boleh dijadikan sebagai kambing hitam atas semua ini," pungkasnya.
Sejumlah pihak kini mendesak agar aparat penegak hukum dan instansi terkait melakukan audit menyeluruh terhadap proses perencanaan, pendataan anggota, pengadaan bantuan ternak, hingga realisasi bantuan kepada kelompok penerima manfaat. Dugaan ketidakcocokan prosedur dan administrasi yang mencuat harus dibuktikan di meja hijau.
Jika memang prosedur sudah sesuai, pihak terkait harus menjelaskannya secara transparan. Namun, jika ada pelanggaran, maka mereka yang bertanggung jawab dan juga wajib dipertanggungjawabkan di depan hukum. (Bersambung/Redaksi)
Komentar