Proyek Revitalisasi Sekolah PGRI di Taropo Dipertanyakan, Sejumlah Warga Soroti Dugaan Minim Transparansi -->

Kategori Berita


.

Proyek Revitalisasi Sekolah PGRI di Taropo Dipertanyakan, Sejumlah Warga Soroti Dugaan Minim Transparansi

bidikinfonews
29 Agu 2026

Foto Ilustrasi Sekolah dan Proyek Revitalisasi 


Bidikinfonews.com | Dompu, NTBPelaksanaan proyek revitalisasi pada salah satu sekolah PGRI yang berlokasi di Desa Taropo, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, NTB, tahun 2026, kini menuai pertanyaan sejumlah warga masyarakat. Sorotan terutama mengarah pada aspek keterbukaan informasi dan transparansi dalam pelaksanaan kegiatan.


Dugaan minimnya transparansi tersebut mencuat setelah sejumlah warga masyrakat dan beberapa guru di sekolah sekitar yang di temui media ini beberapa hari lalu mengatakan Pihak mereka mengungkapkan, Adanya sejumlah hal yang menurut mereka terkesan tidak terbuka kepada seluruh unsur sekolah maupun masyarakat sekitar, 



"Kami tidak banyak mengetahui secara jelas proses pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam struktur pelaksana kegiatan yang di lakukan saat ini," terang Af dan beberapa warga sekitar.


Baca Juga: proyek revitalisasi smpn satap 4 huu


Proyek revitalisasi yang dilakukan, menurut mereka, itu semua mereka lihatnya nampak buram. Keberadaan proyek revitalisasi tersebut hanya sedikit orang maupun guru saja yang namanya menurut informasi di masuki pada struktur pelaksana tersebut, 


"Minimnya informasih dan adanya dugaan tidak transparansi nya itulah, bagai mana juga seperti tahapan tahapan pelaksanaan proyek tersebut seperti apa maupun   bersumber proyek itu dari mana, tidak banyak yang mengetahuinya. Begitu juga dengan,  berapa jumlah bagunan proyek itu dan siap saja tim pelaksana serta tim tehnis nya proyek tersebut," ungkap mereka.


Menurut merka, jika proyek itu juga penting dan wajib mereka ketahui semestinya, kenapa demikian, agar mereka juga dapat ikut ambil bagian juga berperan penting serta terlibatan didalam nya, baik dalam Keanggotaan struktur pelaksana proyek maupun hal lainya sebgainya.

 

"Kami yang ada ini, tidak ada namanya yang  masuk pada struktur keanggota di maksut. Menurut info kami dengar yang kami ketahui hanya beberapa orang guru saja. Sementara untuk warga sekitar, kami tidak mengetahui siapa saja yang dilibatkan," ujarnya.


Sementara dari hasil penelusuran media ini, nampak beberapa Persoalan lain yang juga  turut menjadi sorotan, Mulai dari keberadaan papan informasi proyek tak terlihat jelas keberadaannya pada lokasih pekerjaannya.


Salah satu pihak guru yang enggan di sebutkan namanya di temui oleh media ini sekitar lokasi proyek tersebut, mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah papan informasi pernah dipasang atau tidak. Namun, menurut pengamatannya ia lihat saat ini, papan informasi proyek setpat tidak terlihat di pasang di lokasi.


"Jujur saja, untuk papan informasi itu sekarang tidak terlihat. Tidak tahu apakah kemarin dipasang atau tidak. Tapi kalau sekarang ini, papan itu buram alias tidak terlihat," katanya.


Padahal, keterbukaan informasi mengenai kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran negara menjadi salah satu aspek penting agar masyarakat dapat mengetahui identitas kegiatan, sumber dan nilai anggaran, pelaksana, waktu pelaksanaan, serta informasi teknis lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.


Selain persoalan transparansi, informasi mengenai dugaan pekerjaan yang dinilai tidak mengikuti standar pelaksanaan atau SOP juga menjadi perhatian.


Namun, sejumlah warga dan guru yang di temui di belikasi, mengaku tidak mengetahui secara detail ketentuan teknis maupun standar yang harus diterapkan dalam program revitalisasi tersebut.


Mereka hanya mengetahui bahwa kegiatan tersebut merupakan program revitalisasi yang berasal dari pemerintah pusat. Sementara terkait hal lainya seperti pembentukan panitia juga lainya.


"Kalau soal aturan, kami tidak mengetahui. Kami hanya tahu kegiatan program revitalisasi itu merupakan proyek dari pusat," ungkapnya.


Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan lebih jauh mengenai sejauh mana pihak sekolah membuka informasi dan melibatkan unsur terkait dalam pelaksanaan proyek, termasuk mekanisme pembentukan tim pelaksana serta pengawasan kegiatan di lapangan.


Terlebih, proyek yang menggunakan anggaran pemerintah semestinya dilaksanakan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, serta mengikuti ketentuan teknis dan administrasi yang telah ditetapkan.


Pasang iklan disini :


Munculnya berbagai informasi tersebut, diduga kuat akibat minimnya transparansi, Semenyara soal kualitas pekerjaan dalam pengunaan bahan material hasil verivikasi tim tehnis dan pelaksana lah jadi kunci, Namun semua itu dugaan nya di lapangan justru sebaliknya. dokumen serta kondisi fisik proyek di lapangan justrus memicu ragam pertanyaan publik.


"Karena Kami selaku warga masyarakat memin pihak sekolah PGRI selaku pelaksana kegiatan diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut." Terang warga.


"Kami juga perlu mengetahuinya. siapa yang ditetapkan sebagai tim pelaksana, bagaimana mekanisme pengadaan dan penggunaan anggaran, berapa nilai anggaran kegiatan, bagaimana spesifikasi teknis pekerjaan, serta bagaimana sistem pengawasan dan pertanggungjawabannya."Tegas Af dan warga sekitar. 


Menanggapi perihal dugaan yang terjadi, Husain S.Pd. Kepala Sekolah PGRI Taropo Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu yang di hubungi oleh media ini sekitar pukul 19:47 Wita. Pihaknya membantah adanya dugaan yang di isuhkan terkait proyek revitalisasi yang di kerjakan saat ini.


"Semua apa yang di isukan tidak benar adanya, Kami melaksanakan revit itu sudah sesuai prosedur yang ada, Justru hasil pekerjaan nya kami itu di puji oleh pihak pusat yang turun kemarin ko,”Terangnya.


Di singgung mengenai papan informasi dan keterlibatan warga pada proyek revit, pihaknya menjawab, jika semua itu tidak benar adanya, justru sebaliknya semua unsur di tingkat masyarat kami libatkan semua pada pembentukan panitia pelaksanaan pada proyek revit sekolah mereka.


"Pada saat pembentukan tim pelaksanaan yang kami lakukan kemarin, semua unsur kami libatkan, sementara soal apa yang si isuhkan itu tidak benar," tegasnya.


Lanjut pihaknya mengatakan, pelaksanaan proyek yang mereka kerjakan sekarang sudah mencapai 20 porsen terlaksana. "Namun saat ini, kami terkendala pada bahan materialnya yang masih kosong dan belum masuk, Untuk anggaran nya, sekarang pekerjaan 20 porsen itu kami kerjakan pada angaran tahapan pertama (termin pertama).


Sampai berita ini di publikasihkan, pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu maupun pihak terkait lainnya, belum bisa di mintai keterangan jelas terkait dugaan di isuhkan saat ini. 


Media ini akan terus berupaya untuk  mendapatkan tanggapan terkait perihal dugaan yang terkait, guna perimbangan pemberitaan yang diduga terjadi saat ini. (tim).