![]() |
| Foto Al Faris dan Lala Yuliandari beserta lokasi juga foto Papan Informasi Proyek Revitalisasi di Kerjakan Oleh Pihak KB Ambi diduga luar titik koordinat nya. |
Bidikinfonews.com | Dompu NTB - Dugaan Proyek Revitalisasi pindah lokasi tidak sesuai titik koordinat terjadi, terus bergulir dan mendapatkan penolakan. Dua KB paud di desa Matua kecamatan Woja Kabupaten Dompu, akan menyurati Pemerintah Desa Matua agar segera memanggil pihak KB Ambi guna mempertanyakan titik koordinat proyek terkait.
Penolakan di lakukan dengan cara menyurati pihak pemerintah desa di lakukan, agar pemerintah dapat memastikan. Proyek revitalisasi yang di lakukan di wilayah desa Matua itu sesuai titik koordinat lokasi wilayah nya KB Ambi atau tidak.
Baca juga: sikapi penyataan kb ambi lala menduga
"Hari Senin besok kami ajukan suratnya di desa, dalam hal ini juga, kami meminta pihak pemerintah desa dapat memangil dan memfasilitasi juga klarifikasi terkait proyek revitalisasi yang di lakukan oleh pihak KB Ambi saat ini," ujar Lala salah satu pemilik KB Paud Lala inda pada media ini Minggu (23/08/26).
Pihak Lala mengatakan, Langkah ini mereka ambil karena pemerintah desa Matua harus mengetahui karena itu ada lah wilayah teritorial nya. keberadaan aktifitas proyek revitalisasi dilakukan tersebut. Menurut mereka, semestinya diketahui oleh pemerintah desa setempat, tetapi justru sebaliknya, ".
"Sebelumnya kami telah menyurati Pemerintah Terkait, yaitu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Dikpora Kabupaten Dompu beberapa hari lalu, Kini kami kembali menyurati Pemerintah Desa Matua, Surat itu kami buat dilengkapi dengan tanda-tanda bersama orang tua murid dan masyarakat sekitar sebagai bentuk penolakan atas proyek revitalisasi diduga kuat telah melangar ketentuan di bangun pada bukan titik koordinat lokasi wilayah yang di usulkan KB Ambi sebelumnya.
Baca juga:babak baru program revitalisasi kb ambi
Selain hal itu, pihak mereka juga menjelaskan bahwa, mereka mengetahui apa yang sudah pihak KB Ambi lakukan beberapa hari lalu di kantor Matua, pihak terkait menemui kepala desa diduga kuat meminta dukungan atas adanya pembangunan proyek revitalisasi yang KB Ambi lalukan saat ini." beber lala.
Pihak Lala mengungkapkan berdasarkan informasi yang mereka dapatkan, proyek revitalisasi yang di lakukan oleh pihak KB Ambi tersebut haru di ketahui oleh pihak kepala Desa Matua sebelum nya. Menurut mereka jika sudah sesuai prosedur KB Ambi lakukan.
Pertanyaan nya, Pembentukan panitia pelaksana yang di tuang dalam cetakan struk nya di lakukan dimana, siap saja, lalu apa tugas dan fungsi struktur yang ada. Selain itu mengetahui siap siapa, apakah pihak Desa Matua atau mengetahui Lurah Kandai Dua, hal ini penting mereka ketahui juga pemerintah desa setempat ketahui.
"Kami meminta kepada pihak kades Jagan menyetujui permintaan dukungan atas adanya pembangunan proyek revitalisasi yang di lakukan pada wilayhnya. Selain diduga melanggar titik koordinat lokasi nya, proyek revitalisasi itu juga mendapatkan penolakan keras sejumlah warga masyarakat nya. Kami berharap, melalui surat penolakan resmi yang kami ajukan, kepala Desa Matua dapat dengan bijaksana memahami juga membantu menfasilitasi kami dalam persoalan ini." harap Lala.
Di tempat yang berbeda, Al Fatis salah satu pemilik KB Paud Nurul Asri juga pada media ini mengatakan hal yang serupa. Menolak keras adanya proyek revitalisasi tersebut. "Kami menduga bahwa adanya proyek revitalisasi yang di bangun saat ini sengaja di lakukan, meski diduga melanggar aturan di bangun di luar titik koordinat, Namun oleh pihak terkait diduga tetap memaksakan kehendaknya hanya karena diduga sengaja ingin membunuh dua Paud yang ada sekitar." Terang faris.
Al Faris menegaskan bahwa hal itu lah yang sangat mendasar Penolakan tersebut mereka lakukan. Faris mengungkapkan bahwa jika pihak oknum KB Ambi diduga kuat sengaja melakukan kebohongan publik dengan mengatakan bahwa pihaknya bersama proyek revitalisasi nya telah memenuhi semua persyaratan dan ketentuan yang ada.
Pasang iklan disini:
"Pertama KB Ambi diduga telah berbohong, bahwa pihaknya tidak pernah melanggar dan mengambil sikap sepihak atas apa yang apa yang ia lakukan saat ini, sementara pada tempat lokasi nampak terlihat di mana papam informasi proyek revitalisasi yang di kerjakan, tidak menjelaskan bahwa bantuan pemerintah program revitalisasi satuan pendidikan paud Ambi tidak mencantumkan Nama Ketua Panitia pelaksana pembangunan satuan Pendidikan nya ," ungkap Faris.
Tidak hanya itu, Faris juga menjelaskan, pada papan informasi tidak menyebutkan dengan pagu dana Rp: 1.110.261.100 itu di gunakan untuk pembangunan proyek apa, berapa lokal dan hanya detail waktunya saja yaitu, Mulai dari tanggal 16 Agustus sampai dengan tanggal 16 Desamber tahun 2026.
"Ini juga menurut kami, telah terjadi dugaan kuat dan memenuhi unsur mensserea mengarahkan ke manipulasi data dan kejahatan Dugaan kebohongan publik yang di diduga kuat sengaja di lakukan oleh pihak KB Ambi itu sendiri."tegas Faris.
Dugaan tersebut lanjut Faris mengatakan telah melakukan kordinasi komunikasi bersama pihak kepala desa terkait atas kondisi pekerjaan proyek revitalisasi terkait.
"Pihak KB Ambi diduga kuat telah melangar aturan dan berbohong, dengan mengatakan bahwa pihaknya KB Ambi melaksanakan pekerjaan proyek revitalisasi itu sesuai prosedur program di tentukan Tampa melanggar apa pu pada media pemberitaan Bongkar fakta beberapa hari lalu. Di sini kita bisa melihat, papan informasi saja tidak menjelaskan secara rinci proyek pembangunan apa, berapa jumlahnya dan lainya.
"Begitu juga sebaliknya, di media mengatakan sebelum kb Ambi melaksanakan pekerjaan proyek revitalisasi tersebut ia telah melakukan kordinasi komunikasi dan informasikan dan semua selesai. Tampah menjelaskan siap yang memberikan rekomendasi dan bagai mana tahapan pelaksanaan nya koordinasikan itu dan juga apa yang mereka sepakati itu hingga di anggap selesi.
Dugaan Kebohongan itu lah yang memicu ragam dugaan mereka, jangan jangan beberapa pihak terkait, baik di tingkat pengawas, dinas Dikpora dan lainya telah masuk angin palsu hingga dugaan pelanggaran titik koordinat tersebut seolah didiamin dan seolah tidak terjadi apa-apa.
Jika semua itu benar pihaknya tidak melanggar tentu ia dapat menunjukkan dengan beberapa bukti pada media kemarin. bukan hanya berdalih telah berkoordinasi, komunikasi Tampa di sebut sama siapa KB Ambi berkomunikasi dengan siap ia kordinasi hingga di anggap selesai itu.
"Kemarin kami dapatkan beberapa informasi, di mana KB Ambi diduga mencoba mencari pendukung lewat jalur tikus dengan mencoba memberi (pel...cin alias sog....k) pihak yang ada di desa setempat. Pertanyaan kami, apa ini semua belum jelas atas dugaan pelanggaran titik koordinat yang KB Ambi lakukan.
Selain hal itu, berdasarkan informasi mereka koordinasikan melalui komunikasi bersama pihak kepala desa terkait mengatakan bahwa pihaknya kepala desa tidak pernah menerima informasi adanya proyek revitalisasi yang di lakukan di desa nya.
"Kami di desa tidak mengetahui adanya proyek revitalisasi yang di lakukan di wilayah kami, biasa nya selama ini, jika ada proyek pembangunan semacam nya, Tetu terlebih dahulu pasti ada surat pemberitahuan atau semacamnya, tetapi untuk proyek ini, kami benar benar tidak mengetahuinya.(Redaksi).

Komentar