![]() |
| Foto Burhan Ketua Yayasan MBG Desa Bara |
Bidikinfonews.com | Dompu, NTB — Dugaan pemberhentian sepihak terhadap salah satu anggota Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya menyita perhatian publik beberapa hari terakhir, kini mulai menemui titik terang.
Ketua Yayasan MBG Desa Bara, Burhan, akhirnya angkat bicara terkait keputusan pemberhentian tersebut. Ia membenarkan bahwa pihak yayasan memang mengambil langkah pemberhentian terhadap salah satu anggota SPPG yang bekerja di dapur MBG Desa Bara. Kepada media ini melalui pesan WhatsApp pribadinya, Kamis pagi (17/09/2026) sekitar pukul 09.57 WITA,
Baca Juga:hsoal pemberhentian sepihak mihra sppg
Burhan menjelaskan bahwa keputusan tersebut tidak diambil tanpa alasan. Menurutnya, terdapat sejumlah faktor dan kondisi yang menjadi pertimbangan pihak yayasan sebelum mengambil langkah tersebut.
"Saya pribadi dengan sadar mengambil langkah tegas memberhentikan SPPG terkait, karena dapur milik saya tidak ingin dirusak dan dicemari dengan hal-hal buruk yang berdampak pada kesehatan, baik di internal kami maupun bagi para penerima manfaat yang ada, jadi untuk apa saya pertahankan,” terang Burhan.
Burhan menegaskan, persoalan yang terjadi selama ini menurutnya bukan hanya berkaitan dengan dugaan bekerja tanpa mengikuti petunjuk teknis, tetapi juga menyangkut keharmonisan dan kebersamaan dalam pelaksanaan program MBG.
Ia menyebut, sebagai pihak yang menaungi yayasan, dirinya memiliki kewenangan untuk melakukan perubahan terhadap anggota SPPG apabila dinilai diperlukan demi keberlangsungan operasional.
"Jujur saja ya, rombak dan ganti anggota SPPG itu sebenarnya hak dan kewenangan saya. Saya juga tidak ingin yayasan saya hancur karena tidak adanya keharmonisan, kebersamaan dan kekeluargaan dalam pelaksanaan MBG ini, Apakah semua yang terjadi di dalam internal dapur MBG itu pantas tidak di cemari atau dirusaki oleh pihak yang kami kerjakan didalamnya," tegasnya.
Lebih jauh, Burhan mengungkapkan adanya kekhawatiran yang menjadi salah satu pertimbangan dirinya dalam mengambil keputusan tersebut.
Ia bahkan menyampaikan dengan kondisi tersebut kekhawatiran terjadinya sesuatu yang dapat membahayakan dapur maupun makanan yang disiapkan untuk penerima manfaat apabila pihak terkait tetap diperbolehkan masuk dan bekerja.
Pasang iklan disini:
"Kalau saya hari itu mengizinkan dia masuk bekerja, siapa yang tahu jika dapur MBG milik saya hancur atau bahkan diberi racun. Itulah kenapa alasan saya memberhentikan pihak terkait tampa melewati beberapa tahapan aturan tersebut. Tetapi semua itu sekarang baik baik saja dan MBG Desa Bara tetap aktif dalam melayani dan membantu pemerintah meningkatkan mutu gizi kesehatan masyarakat,” ungkap Burhan.
Burhan juga menegaskan bahwa langkah yang diambilnya merupakan bentuk tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan dapur MBG serta memastikan pelaksanaan program tetap berjalan.
Menurutnya, apabila terjadi persoalan internal yang berpotensi mengganggu pelayanan kepada masyarakat, maka pihaknya harus mengambil tindakan untuk mencegah persoalan tersebut berkembang lebih jauh.
"Salah satu conto seperti yang terjadi sekarang, Demi menjaga dapur MBG dan lainya dalam hal melayani juga membantu pemerintah meningkatkan mutu gizi kesehatan masyarakat apapun itu tetap saja lakukan, walaupun tidak melewati beberapa tahapan pemberhentian tersebut.(f).

Komentar